Stereokimia
A.
Konfigurasi Mutlak Dan Relatif
Konfigurasi Mutlak
Konfiguasi tentang
penataan atom-atom yang mana kebenaran atau kepastian nya sudah mutlak disebut
dengan konfigurasi mutlak.
Cahn-Ingold-Prelog
menentukan bahwasannya Struktur sebuah enantiomer dapat ditentukan dengan tata
nama R dan S.
senyawa asimetrik
merupakan senyawa yang mengikat 4 gugus yang berbeda, senyawa yamg asimetrik
belum tentu kiral karena senyawa dinyatakan sebagai kiral apabila senyawa
tersebut mampu memutar bidang polarisasi. Jika [α] = 00 berarti
senyawa tersebut bukan kiral, karena tidak dapat memutar bidang polarisasi.
Enantiomer adalah dua
streoisomer yang dimana memperlihatkan namun tidak dapat dihimpitkan terhadap
bayangan cerminnya. Diastreomers pada umumnya memiliki paling tidak dua pusat
asimetris dimana bias salah satu diantaranya memiliki konfigurasi yang sama dan
bukan merupakan bayangan cerminnya.
·
Ketentuan Cahn-Ingold-Prelog
Konfigurasi mutlak
(Absolut) merupakan konfigurasi penataan atom-atom dalam 3D dengan orientasi
yang sudah jelas dan pasti, maka system ini yang paling sukses untuk
menunjukkan konfigurasi senyawa-senyawa umum. Sistem ini menggunakan huruf R
atau S untuk setiap pusat kiral dalam molekul dan merupakan pilihan untuk
menentukan konfigurasi pusat kiral.
Penentuan setiap gugus
yang melekat pada pusat kiral berdasarkan nomor atom yang bersangkutan. Nomor
atom yang lebih berat memiliki prioritas yang lebih utama, sehingga atom
hidrogen (H) pada urutan paling akhir. Jika keseluruhan prioritas disekitar
kiral pusat telah ditentukan. jika urutan prioritas gugus tersusun menurut arah
jarum jam disekitar pusat kiral, karbon kiral menerima konfigurasi R (Rectus) /
arah orientasinya searah jarum jam dan jika sebaliknya sebagai konfigurasi S
(Sinister) / arah orientasinya berlawanan arah jarum jam. Cara penentuan
konfigusai R atau S sebagai berikut:
1. Mengurutkan prioritas keempat atom
yang terikat pada pusat kiral berdasarkan nomor atomnya. Diketahui nomor atom
Br = 35, Cl = 17, F = 9, H = 1, maka urutan prioritas keempat atom di atas
adalah Br > Cl > F > H. gambar 1
2. Menggambarkan proyeksi molekul sedemikian rupa hingga atom
dengan prioritas terendah ada di belakang atau putar struktur (1) dan (2)
sehingga atom H ada di belakang.
3. Membuat anak panah mulai dari atom/gugus
berprioritas paling tinggi ke prioritas yang lebih rendah.
4. Bila arah anak panah searah jarum
jam, konfigurasinya adalah R. Bila arah anak panah berlawanan dengan arah jarum
jam, konfigurasinya adalah S. Jadi konfigurasi struktur (1) adalah S, sedangkan
konfigurasi struktur (2) adalah R.
Konfigurasi Relatif
· Ketentuan Fischer (Konfigurasi
Relatif)
Yaitu, konfigurasi yang membandingkan penataan atom-atom dalam satu
senyawa. Dengan mengunakan Proyeksi Fischer, sistem penggambaran konfigurasi
gugus disekitar pusat kiral yang berbeda (susunan ruang atom atau gugus yang
menempel pada karbon kiral), dengan konvensi D (Destro (+)) dan L (Levo (-)).
Metode ini banyak digunakan dalam biokimia dan kimia organik terutama untuk
karbohidrat dan asam amino.
Dalam menggambarkan struktur proyeksi fischer harus memperhatikan
beberapa aturan, antara lain:
1. Gugus – gugus yang diletakkan horizontal adalah gugus- gugus yang mendekati pengamat.
2. Gugus – gugus yang diletakan
vetikal adalah gugus – gugus yang menjauhi
pengamat.
3. Hetero atom ( atom selain C dan H) diletakkan pada garis horizontal.
Sedangkan carbon diletakkan pada garis vertikal.
4. Carbon dengan dengan bilangan
oksidasi lebih tinggi diletakkan diatas.
Dibawah akan saya contohkan proyeksi fischer untuk molekul metaha (CH4
).Saat di kelas, biasanya kita menggambar rumus molekul dalam bentuk 2
dimensinya . namun molekul dialam berbentuk 3dimensi.
Fischer menggunakan (d) untuk menyatakan konfigurasi (+) gliseraldehida,
dengan gugus hidroksil di sebelah kanan; enantiomernya dengan gugus hidroksil
di sebelah kiri, ditetapkan sebagai l (-) gliseraldehida.
Gambar.
B.
Pemisahan Campuran Resemik
suatu campuran yang
mengandung sepasang enantiomer dalam jumlah yang sama. Sepasang enentiomer itu
adalah enantiomer R dan enentiomer S.
Sepasang enentiomer itu
adalah enantiomer R dan enentiomer S. sebagian masyarakat mungkin kurang
memperhatikan sifat optis suatu senyawa organik, padahal reaksi kimia dalam
sistem biologis makhluk hidup sangat stereospesifik. Artinya suatu stereoisomer
akan menjalani reaksi yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem
biologis makhluk hidup. Bahkan terkadang suatu stereoisomer akan menghasilkan
produk yang berbeda dengan stereoisomer pasangannya dalam sistem biologis
makhluk hidup.
Berlawanan dengan reaksi
kimia di laboratorium, kebanyakan reaksi biologis mulai dengan pereaksi kiral
atau akiral dan menghasilkan produk-produk kiral. Reaksi biologis ini
dimungkinkan oleh katalis biologis yang disebut enzim, yang bersifat kiral.
Ingat bahwa sepasang enantiomer mempunyai sifat-sifat kimia yang sama kecuali
dalam hal antraksi dengan zat-zat kiral lain. Karena enzim bersifat kiral, maka
enzim dapat sangat selektif dalam keguaan katalitiknya. Misalnya, bila suatu
organisme mencerna suatu campuran alanina rasemik maka hanya (S)-alanina ang
tergabung ke dalam bangunan protein. (R)-alanina tidak digunakan dalam protein,
malahan alanina oni dengan bantuan enzim lain dioksidasi menjadi suatu asam
keto serta memasuki bagan metabolisme lain.
Satu pendekatan dalam
pemisahan enantiomer kadang ditunjukkan dalam pemisahan enantiomer secara tidak
langsung dan hal itu melibatkan penggabungan enantiomer dengan reagen kiral
tambahan untuk merubah molekul tersebut menjadi diastereomer. Senyawa
diastereomer tersebut bias kemudian dipisahkan dengan beberapa teknik pemisahan
akiral.
Cara untuk memisahkan
campuran rasemik atau sekurangnya mengisolasi enantiomer murni adalah mengolah
campuran itu dengan suatu mikroorganisme yang hanya akan mencerna salah satu
dari enantiomer itu. Misalnya (R)- nikotina murni dapat diperoleh dari (R)(S)-
nikotina dengan menginkubasi campuram rasemik itu dengan bakteri Pseudomonas
Putida yang mengoksidasi (S)- nikotina tetapi tidak (R)-enantiomer.





Bagaimana cara memisahkan diastereome dengan teknik pemisahan akiral?
BalasHapusBisakah anda memberikan contoh tentang pemisahan campuran rasemik beserta penjelasannya?
BalasHapusApakah yang sangat perlu diperhatikan saat melakukan pemisahan campuran rasemik? terimakasih
BalasHapus